Kediri (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Kediri melalui Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) menggelar acara GELORA Ekonomi Umat (Gerakan Kolaborasi untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Ekoteologi) di Dusun Laharpang, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, pada Kamis, 2 Oktober 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Alam Lestari, Umat Mandiri, Amal Bhakti untuk Negeri.”
Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Ahmad Faiz, S.Ag., M.H.I, dengan Pembinaan dan memberikan santunan paket sembako kepada warga kurang mampu di Dusun Laharpang. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk menguatkan kemandirian ekonomi umat sekaligus menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian alam.

“Program ini adalah bentuk kepedulian kita, bagaimana umat bisa mandiri secara ekonomi dan sekaligus peduli terhadap kelestarian lingkungan sebagaimana ajaran agama yang kita yakini bersama,” tutur H. Ahmad Faiz.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Bimas Islam, Penyelenggara Zakat dan Wakaf (ZAWA), Penyelenggara Kristen, serta Penyelenggara Katolik. Kehadiran lintas unsur ini menjadi simbol sinergi bersama dalam pemberdayaan umat berbasis ekoteologi.
Dalam rangkaian kegiatan, panitia menghadirkan dua narasumber. Imam Syafii, praktisi desain dan packaging produk, memberikan coaching clinic untuk UMKM lokal. Ia menekankan pentingnya desain kemasan yang menarik agar produk warga Dusun Laharpang memiliki daya tawar lebih baik di pasar.
Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Abbas Sofwan, dosen Prodi HKi dan pakar Fikih Ekologi, yang membawakan materi Ekoteologi, Konservasi Lingkungan, dan Basis Pemberdayaan Ekonomi Umat. Dalam dialognya, Dr. Abbas menekankan bahwa merawat alam bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga bernilai ibadah dan memiliki dampak langsung terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat.
“Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan bagaimana menjaga kebersihan, merawat air, dan berkomunikasi dengan alam. Hal-hal sederhana seperti mengelola sampah rumah tangga, menanam pohon, dan menjaga sumber air adalah investasi besar bagi keberlanjutan bumi dan kemandirian ekonomi umat,” jelas Dr. Abbas.
Melalui kegiatan GELORA Ekonomi Umat, diharapkan masyarakat Dusun Laharpang dapat semakin mandiri secara ekonomi sekaligus membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Sinergi antara ekonomi umat dan fikih ekologi menjadi fondasi kuat untuk menguatkan amal bhakti bagi negeri.
