IAIT Lirboyo Kediri– Di setiap krisis, di situ ada peluang. Begitulah kira-kira pepatah yang tepat dalam memaknai pandemi Covid 19 bagi para entreupener. Bagaimana tidak, lebih dari satu tahun, badai pandemi menghantam berbagai sektor. Tak terkecuali dalam sektor bisnis. Melihat hal itu, Badan Eksesktutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah mengadakan Seminar Entrepeneur Nasional. “Kami adakan ini (Seminar Entrepeneur Nasional, Red) untuk membuat mahasiswa dapat membuat peluang bisnis di tengah krisis,” ungkap Dr. H Ahmad Fauzi, L.C, M.HI Dekan Fakultas Syariah saat memberikan sambutan.
Tak tanggung-tanggung, acara ini menghadirkan 2 narasumber yang kompeten di bisnis dalam kancah nasional. Yang pertama Aria Pandu Wicaksana S.E, M.M ia adalah Ketua DPD WISNUS Jatim sekaligus Wakil Rektor 3 IBMT Surabaya.
Yang kedua, sekaligus Keynote Speaker yakni Syafii Efendi S.E, M.M. Meski realtif masih muda, Mr Efendi –sapaanya- sudah memiliki rekam jejak panjang dalam dunia bisnis. Tercatat, ia adalah President Of OIC Youth Indonesia, selain itu juga aktif dalam Internasional Public Speaker. “Mr Efendi ini juga trainer sekaligus motivator yang handal,” puji Dekan Fauzi.
Acara ini, dimulai sekitar pukul 12.30 di Aula KH Mahrus Aly dengan Tema Indonesia Recovery ‘Menyambut Musim Semi Pasca Pandemi’. Sesuai dengan tema, seminar ini mengulik bagaimana melihat peluang bisnis setelah pandemi.
Faiz Baihaqi selaku Gubernur BEM-FS menjelaskan seminar ini diadakan karena adanya pandemi Covid 19 yang sangat berpengaruh kepada ekonomi dunia termasuk Indonesia. “Makanya seminar ini kami beri tema Indonesia Recovery atau Indonesia pemulihan, jadi kita di sini benar-benar pemulihan terhadap semangat-semangat yang tadinya lumpuh, sehingga bisa kita bangunkan kembali dengan menghadirkannya motivator muda Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Sellah Nurul Ma’rifah ketua pelaksana kegiatan Seminar menambahkan perlu waktu setidaknya 1 bulan untuk mempersiapkan kegiatan berskala nasional ini. “Kami ada persiapan selama sebulan, dari mulai menghubungi pihak Wimnus kemudian datang ke Surabaya dari situ kita baru merancang rencana untuk pengkonsepan acara dan berapa panitia yang dibutuhkan,” ungkapnya.
Untuk diketahui, selain Dekan Fauzi, hadir juga pimpinan Fakultas Syariah yaitu Ammar Kukuh Wicaksono M.Pd Wakil Dekan 1, Ahmad Badi’ S.HI, MPd.I Wakil Dekan 3, Kaprodi Ahwal Syakhshiyah Nailal Muna, SHI, M.Pd.I serta Kaprodi Perbankan Syariah Sutantri M.E.
Puluhan Mahasiswa pun tampak antusias dalam seminar nasional Entrepeneur kali ini. Mereka seakan haus akan ilmu yang diberikan oleh kedua narasumber tersebut. Meski begitu, protokol kesehatan tetap dipatuhi dalam acara ini. Pada kesempatan kali ini Mr. Efendi menyampaikan 10 cara mengubah hidup, pertama berhenti menjalani hidup dengan kata orang, kedua Jalani hidup di masa lalu karena anda tidak akan bergerak maju sebelum memaafkan masa lalu, ketiga fokus perbaiki input, keempat belajar dari yang terbaik, kelima bekerja sama dengan yang terbaik. Untuk yang keenam ada komitmen, ketujuh Persisten kerja keras tidak akan menghianati, kedelapan memiliki alasan sangat kuat, kesembilan segera action. Dan yang terakhir anda harus berubah. “Mereka harus mandiri, tidak boleh tergantung pada orang tuanya, mandiri dalam sikap dan mentalnya. Dengan cara mengikuti pelatihan, ikut komunitas, dan mulai pindah lingkungan,” ungkapnya. Selain itu ia menambahkan, pentingnya pandai melihat peluang di situasi apapun. “Yang terpenting, dalam setiap setiap krisis, kita harus pandai melihat peluang bisnis, dan jangan mudah menyerah,” ungkapnya. (Bagus Romadhon/Humas Syari’ah)
