Outcome mahasiswa dalam bidang literasi adalah hal yang harus digalakkan, karena dengan literasi banyak manfaat yang diperoleh, termasuk bertambahnya skill pemahaman keilmuan. Untuk tujuan itu Fakultas Syari’ah dan Ekonomi (FSE) pada tanggal 26 Juni 2023 mengadakan event prosiding dan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Peradaban Hukum dan Ekonomi Islam untuk Mewujudkan Civil Society Well-Being di Era 5.0”, menghadirkan tiga narasumber dalam berbagai bidang, yaitu Dr. rer.nat Jaenal Efendi, S. Ag, MA dari IPB University dan Dewan Syariah Nasional (DSN), Sualisi Abdurrozaq, SHI, M.IP dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jatim, dan Fida Syarifa Sifa dari OJK Kediri, dengan opening speech Dekan Fakultas FSE Dr. H.Ahmad Fauzi, Lc, MHI dan moderator Ahmad Badi’, SHI, M.Pd.I.
Pemilihan nasasumber menurut ketua panitia, Amar Kukuh Wicaksono, M. Pd karena ketiganya adalah stakeholder Fakultas Syariah dan Ekonomi,”Secara keilmuan, ketiga narasumber baik IPB, DSN, APSI, dan OJK adalah lembaga yang berhubungan langsung dengan CPL / Capaian Pembelajaran Lulusan Prodi di Fakultas Syariah, DSN dan OJK dalam bidang keuangan dan perbankan, APSI dalam bidang hukum” kata Pak Amar
Acara berlangsung di Aula KH. Mahrus Aly, dihadiri jajaran rektorat UI Tribakti. Rektor UI Tribakti Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc, MA dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pihak Fakultas Syariah dan Ekonomi atas inisiasi acara seminar yang menghadirkan tiga narasumber dengan berbagai profesi.

Opening speech disampaikan oleh dekan Dr H. Ahmad Fauzi yang mengusung tema maqosid syariah. Dalam pemaparannya, maqosid syariah yang akhir-akhir ini banyak digunakan sebagai analisis penelitian hukum dan ekonomi, bukanlah produk sekuler, tetapi maqosid syariah adalah produk ulama-ulama dahulu, sehingga maqosid syariah sudah selayaknya saat ini digunakan sebagai alat memecahkan problematika persoalan-persoalan kajian keislaman dan analisis penelitian, terutama dalam hukum dan ekonomi
P
Pemateri pertama Dr. rer. nat Jaenal Efendi, S, Ag, MA yang juga alumni S1 UIT tahun 1998 merasakan kembali bernostalgia di almamaternya. Dalam materinya, Dr. Jaenal menjelaskan persoalan ekonomi di era 5.0, dengan menggambarkan peta ekonomi dan kebijakan negara-negara maju, yang pada intinya membantu pelaksanaan produksi industry. Di Indonesia, pemerintah telah menggelontorkan program untuk peningkatan produksi, tetapi sumber daya manusia menjadi kendala pelaksanaan kebijakan tersebut.
Lebih lanjut, untuk mewujudkan civil society atau masyarakat yang berkeadilan, ekonomi syariah yang mempunyai beberapa kriteria yaitu aspek keadilan, persaudaraan, inklusif, beban dan resiko ditanpa unsur riba, dan bersifat rahmatan lil’alamin, telah melakukan beberapa program diantaranya industry produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, dan kegiatan syariah.
Sementara perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat terlibat langsung dalam mewujudkan civil society di era 5.0 dengan membuat beberapa proram misalnya membuat lembaga sertifikasi profesi, memanfaatkan program MBKM, dan menambah mata kuliah yang bersifat peningkatan digitalisasi. Dr. Jaenal juga membrikan pesan kepada peserta untuk bermimpi yang paling tinggi, karena dengan mimpi yang tinggi akan membawa semnagat untuk maju.

Pemateri ke dua Fida Syarifa Sifa dari OJK Kediri sebagai lembaga pemantai transaksi keuangan, menjelaskan agar masyarakat dalam era 5.0 yang segala sesuatu serba IT, untuk menjaga kerahasiaan data, jangan sampai masyarakat mudah mengumbar data apapun kepada pihak lain, karena dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pemateri ketiga Sulaisi Abdurozaq, SHI, M. IP, advokat dan ketua DPW APSI Jatim menjelaskan bahwa civil society sebenarnya sama dengan konsep masyarakat madani yang dibangun oleh Nabi Muhammad di Madinah dengan mengedepankan free public sphere, demokratis, toleran, pluralism, dan keadilan sosial. Civil society bisa menjadi pilar kehidupan demokrasi dan menghalangi dominasi rezim otoriter. Kekuatan civil society bisa ditopang dengan keberadaan Lembaga Non Government Organization (NGO), pers, supremasi hukum, perguruan tinggi dan partai politik. Dalam penutupnya Sulaisi memberikan motivasi kepada mahasiswa yang sebagian besar adalah santri pesantren untuk selalu belajar . Santri bisa menjadi apapun, santri juga bisa menjadi penegak hukum dan demokrasi untuk mewujudkan civil society.

Acara seminar yang berlangsung selama 4 jam berjalan dengan sukses dengan kehadiran seratus lebih mahasiswa fakultas Syariah, dan pengumpulan 50 artikel dari internal UI Tribakti maupun dari eksternal yang akan diterbitkan dalam prosiding Fakultas Syariah bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UI Tribakti